Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Mursid, Penemu Formula Pengganda Buah Naga yang Tidak Lulus SMA

Home / Peristiwa / Mursid, Penemu Formula Pengganda Buah Naga yang Tidak Lulus SMA
Mursid, Penemu Formula Pengganda Buah Naga yang Tidak Lulus SMA Buah naga hasil percobaan Mursid di lingkungan rumahnya di Sempolan Jember (Foto: Mursid for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Tidak lulus SMA bukan berarti tidak bisa menghasilkan sebuah karya besar. Contohnya ada pada  Ahmad Mursid Rois yang mampu menemukan formula yang mengenjot produksi buah naga.

Dengan formula buatannya, buah berkulit merah yang biasanya dipanen pada bulan November hingga Maret saja itu, kini bisa berbuah sepanjang tahun, dengan hasil lebih banyak dari biasanya.

Kepada TIMES Indonesia, Mursid, sapaan Ahmad Mursid Rois, mengatakan, dirinya menemukan obat tanaman yang kini bernama Bio Naga 45 itu setelah melakukan penelitian selama 2 tahun.

“Saya ujikan di lab kampus Unej Jember, Brawijaya Malang dan terakhir di Untag Banyuwangi,”  papar pria yang tinggal di Desa Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur ini, Senin (5/12/2016).

Formula yang ditemukannya mampu memberi unsur hara yang menyuburkan, hormon untuk memperbanyak buah dan fungisida untuk melindungi tumbuhan naga dari jamur dan penyakit.

Mursid yang telah rajin meneliti tanaman pertanian sejak 1992 ini juga menceritakan bahwa Bio Naga 45 telah dites pada lahan pertanian buah naga kawannya di kawasan Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan menghasilkan panen yang melimpah.

Jika dalam satu tahun hanya menghasilkan satu ton buan naga per satu hektar, maka dengan menggunakan tambahan Bio Naga 45, hasil panen bisa mencapai dua sampai tiga ton.

“Dulu pohon naga harus dikasih lampu saat malam biar buahnya banyak dan besar. Itu ongkosnya jadi mahal. Dari situ saya berusaha mencari obat yang alami dan murah untuk buah naga,” tutur Mursid lagi.

Sebelumnya diberitakan, Dengan bantuan Inkubator Bisnis Teknologi Untag Banyuwangi, kini temuan Mursid itu menunggu proses paten merek dari Kemenkumham dan ijin edar dari Kementerian Pertanian. Setelah pengurusan selesai, Bio Naga 45 siap diedarkan luas kepada petani-petani buah naga. (*)

Berita Terkait

Komentar

302 Found

Found

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com